Rakor Pembinaan SDM, Bawaslu RI Dorong Pengawas Adaptif Hadapi Era Digital
|
BAWASLU SITARO – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi Pembinaan Sumber Daya Manusia (SDM) Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara yang digelar di Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara, Sabtu (25/10/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Sulawesi Utara, baik secara tatap muka maupun daring melalui Zoom. Kegiatan ini menjadi ruang strategis bagi Bawaslu untuk memperkuat kapasitas pengawas pemilu di seluruh tingkatan agar adaptif terhadap perubahan sosial dan kemajuan teknologi.
Dalam arahannya, Anggota Bawaslu RI Dr. Herwyn J.H. Malonda, M.Pd., M.H., selaku Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, menegaskan bahwa peningkatan kapasitas SDM pengawas pemilu menjadi kunci menjaga keadilan dan integritas demokrasi, terutama di tengah perkembangan teknologi informasi yang pesat.
“Pengawas pemilu bukan hanya dituntut memahami regulasi, tetapi juga harus mampu membaca dinamika sosial dan perkembangan teknologi yang dapat memengaruhi proses demokrasi. Kompetensi, integritas, dan profesionalitas menjadi modal utama menghadapi pemilu mendatang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Anggota Bawaslu RI tersebut menekankan pentingnya transformasi kelembagaan dan inovasi pembelajaran internal di lingkungan Bawaslu. Ia memperkenalkan gagasan “Bawaslu Learning Corner”, yaitu ruang pembelajaran terbuka yang menjadi wadah pengembangan pengetahuan, literasi digital, dan budaya belajar berkelanjutan bagi seluruh jajaran pengawas pemilu.
“Dari lingkungan kerja yang kreatif dan adaptif akan lahir pengawas yang tangguh dan berpikiran maju. Bawaslu harus menjadi lembaga pembelajar yang terus berkembang mengikuti zaman,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Ia juga menyinggung pentingnya kesiapan menghadapi tantangan digitalisasi pengawasan di masa depan. Menurutnya, teknologi kecerdasan buatan (AI) dapat memberikan dampak positif bagi pengawasan pemilu, namun juga berpotensi menimbulkan disinformasi dan manipulasi opini publik jika tidak diantisipasi dengan baik.
“Digitalisasi pengawasan bukan sekadar penggunaan alat, tetapi perubahan cara berpikir. SDM Bawaslu harus cerdas memanfaatkan teknologi untuk memperkuat transparansi, bukan sebaliknya,” tegasnya.
Ia menutup arahannya dengan menekankan bahwa periode 2025–2026 merupakan masa membangun pondasi kelembagaan dan penguatan SDM menuju Pemilu 2029 yang profesional dan berintegritas serta mendorong seluruh jajaran Bawaslu untuk menyusun peta jalan (road map) pengembangan kelembagaan dan SDM pengawas pemilu yang terukur dan berkelanjutan.
Menurutnya, road map tersebut penting agar arah pembinaan SDM, tata kelola organisasi, dan strategi pengawasan digital dapat saling terintegrasi menuju lembaga yang modern dan terpercaya.
“Kita siapkan langkah-langkah strategis agar Bawaslu 2029 tidak hanya siap secara kelembagaan, tapi juga unggul dalam kapasitas dan integritas. Pembinaan SDM harus menjadi bagian dari proses berkelanjutan,” tandasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara Ardiles M.R. Mewoh, Anggota Bawaslu Provinsi Zulkifli Densi dan Erwin F. Sumampouw, serta Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Sulawesi Utara Aldrin A. Christian, S.STP., bersama jajaran sekretariat Bawaslu Sulut.
Adapun dari Bawaslu Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), kegiatan diikuti oleh pimpinan secara daring, sedangkan staf CPNS hadir langsung di lokasi kegiatan bertepatan dengan pelaksanaan Pelatihan Dasar (Latsar) di provinsi.
Redaktur: Ray Naldi Manoi